Perkembangan Mobil Listrik Indonesia Mulai Produksi Massal memasuki fase menarik pada 2026. Produksi lokal kendaraan listrik tidak lagi sebatas rencana. PT Handal Indonesia Motor (HIM), misalnya, mengumumkan telah memulai produksi massal kendaraan listrik Geely melalui fasilitas perakitannya di Purwakarta, Jawa Barat, pada Juni 2026. Fasilitas tersebut mempunyai kemampuan produksi hingga 60 unit per hari.
Perkembangan ini menjadi bagian dari produksi mobil listrik lokal Indonesia yang semakin luas. Namun istilah “mobil listrik Indonesia” perlu dibedakan dengan “mobil listrik nasional”. Kendaraan merek global yang dirakit di Indonesia sudah memasuki produksi massal, sementara sedan listrik nasional yang sedang didorong pemerintah ditargetkan Presiden Prabowo Subianto untuk diproduksi secara besar-besaran pada 2028.
Mobil Listrik Indonesia Mulai Produksi Massal di Purwakarta
Salah satu perkembangan konkret datang dari fasilitas PT Handal Indonesia Motor di Purwakarta.
Perusahaan secara resmi menyatakan telah memulai produksi massal mobil listrik Geely pada Juni 2026. Menurut HIM, fasilitas tersebut dirancang menjalankan proses perakitan hingga inspeksi akhir dengan kapasitas maksimal sekitar 60 kendaraan per hari.
Produksi lokal mempunyai arti strategis karena sebagian proses manufaktur dilakukan langsung di Indonesia. Selain membuka kebutuhan tenaga kerja, langkah ini dapat mendorong berkembangnya pemasok komponen dan kemampuan manufaktur otomotif domestik.
Pabrik BYD Subang Bersiap Produksi
Perkembangan besar lainnya datang dari pembangunan pabrik BYD di Subang, Jawa Barat.
Pada April 2026, perusahaan menyampaikan fasilitas tersebut sudah memasuki tahap akhir integrasi dan pengujian peralatan sebelum produksi massal. Perusahaan juga telah mengantongi sejumlah sertifikasi yang dibutuhkan untuk kegiatan manufaktur.
Pada Mei, BYD kembali menyebut pembangunan fasilitas telah memasuki tahap finalisasi. Produksi massal akan dimulai setelah seluruh fasilitas memenuhi standar perusahaan dan siap beroperasi.
Artinya, pabrik kendaraan listrik Indonesia terbaru semakin tersebar dan tidak lagi hanya mengandalkan kendaraan impor utuh.
Bus dan Truk Listrik Juga Sudah Diproduksi
Transformasi kendaraan listrik nasional tidak terbatas pada mobil penumpang.
Pada April 2026, Presiden Prabowo meresmikan fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah. Presiden menyebut Indonesia kini telah mempunyai kemampuan memproduksi bus dan truk listrik.
Kapasitas fasilitas tersebut disebut mencapai 10.000 unit. Pemerintah melihat kemampuan produksi kendaraan komersial listrik sebagai langkah menuju kemandirian industri otomotif berbasis energi bersih.
Hal ini penting karena elektrifikasi transportasi tidak hanya bergantung pada mobil pribadi. Bus, truk, kendaraan operasional, dan angkutan publik juga mempunyai potensi besar untuk beralih menuju teknologi listrik.
Sedan Listrik Nasional Ditargetkan 2028

Meski sejumlah kendaraan listrik sudah diproduksi massal di Indonesia, proyek sedan listrik nasional mempunyai jadwal berbeda.
Prabowo menyatakan harapannya agar pada 2028 Indonesia mampu memproduksi sedan listrik secara besar-besaran. Pernyataan tersebut disampaikan ketika meresmikan fasilitas VKTR di Magelang pada 9 April 2026.
Karena itu, klaim bahwa sedan listrik nasional sudah memasuki produksi massal pada 2026 tidak tepat.
Tahapannya dapat dibedakan menjadi:
- Kendaraan listrik sejumlah merek sudah dirakit atau diproduksi lokal.
- Bus dan truk listrik telah mempunyai kemampuan produksi dalam negeri.
- Ekosistem manufaktur serta baterai terus dikembangkan.
- Program mobil nasional sedang dipersiapkan pemerintah.
- Produksi besar-besaran sedan listrik nasional ditargetkan pada 2028.
Perbedaan tersebut penting agar perkembangan industri EV tidak dicampuradukkan dengan proyek mobil nasional.
Pemerintah Masih Menyiapkan Mobil Nasional
Pada akhir Juni 2026, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah sedang mempersiapkan program mobil nasional.
Pernyataan itu muncul ketika pemerintah membahas evaluasi insentif kendaraan listrik. Airlangga belum memberikan rincian lengkap mengenai model maupun skema program tersebut dalam keterangan yang dilaporkan ANTARA.
perkembangan industri kendaraan listrik nasional dengan demikian sedang berjalan melalui beberapa jalur sekaligus: investasi perusahaan global, produksi lokal, pengembangan kendaraan komersial listrik, industri baterai, dan persiapan kendaraan nasional.
Produksi Lokal Bisa Tingkatkan TKDN
Salah satu isu penting berikutnya adalah Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN.
Merakit kendaraan di Indonesia merupakan langkah awal, tetapi manfaat ekonomi dapat menjadi lebih besar ketika semakin banyak komponen juga dibuat di dalam negeri.
Komponen tersebut mencakup baterai, sistem kelistrikan, bodi kendaraan, perangkat elektronik, motor penggerak, ban, kaca, hingga berbagai komponen interior.
Semakin dalam rantai produksi lokal, semakin besar peluang nilai tambah industri bertahan di Indonesia.
Indonesia Punya Pasar EV yang Berkembang
Pertumbuhan industri tidak dapat dilepaskan dari peningkatan pasar kendaraan listrik.
Data Kementerian Perindustrian yang diberitakan pada April 2026 menunjukkan pangsa kendaraan elektrifikasi pada 2025 mencapai 21,71 persen. Angka itu terdiri dari BEV 12,93 persen, HEV 8,13 persen, dan PHEV 0,65 persen. Kontribusi kendaraan elektrifikasi terhadap produksi kendaraan nasional pada 2025 tercatat 11,1 persen.
Perkembangan tersebut memberikan alasan ekonomi bagi produsen untuk memperbesar fasilitas produksi lokal.
Jika permintaan terus tumbuh, Indonesia berpeluang berkembang tidak hanya sebagai pasar kendaraan listrik, tetapi juga sebagai salah satu basis produksinya.
Tantangan Setelah Produksi Massal
Memulai produksi bukan akhir dari perjalanan industri kendaraan listrik.
Produsen masih harus menghadapi persoalan harga kendaraan, kualitas produk, ketersediaan suku cadang, layanan purnajual, nilai jual kembali, hingga ketersediaan fasilitas pengisian baterai.
Konsumen juga semakin mempunyai banyak pilihan sehingga persaingan tidak hanya terjadi antara kendaraan listrik dan mobil berbahan bakar minyak, tetapi juga antarmerek EV.
Dalam jangka panjang, produsen yang mampu menawarkan harga kompetitif, jaringan servis luas, baterai terpercaya, dan teknologi yang sesuai kebutuhan konsumen berpeluang mendapatkan posisi lebih kuat.
Mobil Listrik Indonesia Mulai Produksi Massal memang sudah terlihat melalui sejumlah fasilitas manufaktur dalam negeri. PT Handal Indonesia Motor telah memulai produksi massal kendaraan listrik Geely di Purwakarta pada Juni 2026 dengan kapasitas hingga 60 unit per hari. Sementara itu, fasilitas BYD di Subang berada dalam tahapan menuju produksi massal.
Namun perlu dibedakan dengan program mobil listrik nasional. Pemerintah masih mempersiapkan program mobil nasional, sementara Presiden Prabowo menargetkan produksi sedan listrik secara besar-besaran pada 2028.
FAQ
Apakah mobil listrik sudah diproduksi massal di Indonesia?
Ya. Salah satu contoh terbaru adalah produksi massal kendaraan listrik Geely melalui fasilitas PT Handal Indonesia Motor di Purwakarta yang dimulai pada Juni 2026.
Apakah mobil listrik nasional sudah diproduksi massal?
Belum dalam konteks sedan listrik nasional yang direncanakan pemerintah. Presiden Prabowo menargetkan produksi besar-besaran sedan listrik pada 2028.
Berapa kapasitas produksi fasilitas HIM Purwakarta?
HIM menyebut fasilitasnya mempunyai kapasitas produksi hingga 60 unit kendaraan per hari.
Bagaimana perkembangan pabrik BYD di Indonesia?
Pabrik BYD di Subang telah memasuki tahap finalisasi fasilitas menuju produksi massal berdasarkan pembaruan perusahaan pada Mei 2026.
Apakah Indonesia sudah memproduksi bus dan truk listrik?
Ya. Presiden Prabowo pada April 2026 menyatakan Indonesia telah mempunyai kemampuan memproduksi bus dan truk listrik melalui perkembangan industri kendaraan komersial listrik dalam negeri.

